Penulisan esai ini bertujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan Beasiswa Baituzakkah Pertamina. Saya akan memulai essay ini dengan perkenalan diri saya. Dita Puspitasari, begitulah nama yang sekiranya diberikan oleh ibu saya sekitar 19 tahun yang lalu ketika pertama kali saya dilahirkan ke muka bumi. Tempat tinggal dan kota kelahiran saya yaitu Subang, Jawa Barat. Saya merupakan orang Sunda asli, karena kedua orang tua saya pun berasal dari Subang. Pada hari Kamis, tanggal 19 Agustus 1999, tepatnya malam hari saya dilahirkan sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang terpaut jarak 6 tahun dengan saya dan seorang kakak laki-laki dengan selisih umur 1 tahun lebih muda daripada umur kakak perempuan saya.
Ayah saya merupakan pensiunan guru sedangkan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Saat ini ayah saya akan menginjak umur 61 tahun sedangkan ibu saya terpaut 10 tahun lebih muda darinya. Tidak mudah bagi ayah saya sebagai tulang punggung keluarga untuk membiayai anaknya yang masih duduk di bangku perkuliahan. Selain itu, dengan hidup merantau dan tidak tinggal bersama orang tua membuat kedua orang tua saya membutuhkan biaya yang cukup besar untuk menyekolahkan saya. Pendapatan saat ini hanya mengandalkan uang pensiunan ayah saja. Ketika umur orang tua saya semakin beranjak tua dan saya pun mulai beranjak dewasa, rasanya malu jika saya hanya mengandalkan pemasukan uang dari orang tua saja. Terkadang saya merasa takut apabila ditengah perjalanan saya tidak dapat menyelesaikan studi perkuliahan dikarenakan biaya kuliah per semester yang cukup mahal sedangkan pendapatan hanya mengandalkan dari uang pensiunan. Saya tidak ingin membebani mereka, saya harus sadar diri sudah saatnya saya untuk bergerak. Bagi saya keluarga merupakan “my support system” karena merekalah yang selalu memberikan semangat dan motivasi ketika saya merasa jatuh.
Sejak saya duduk di bangku sekolah dasar, saya termasuk anak yang bersungguh-sungguh dalam belajar dan menggapai cita-cita. Selama enam tahun mengenyam pendidikan dasar saya selalu mendapatkan peringkat pertama dikelas. Lalu, ketika menginjak SMP saya pernah mendapatkan juara satu umum di sekolah. Selain itu, saya juga pernah mengikuti OSIS dan olimpiade matematika. Menginjak di bangku SMA, saya aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti olimpiade ekonomi pada tingkat kabupaten serta provinsi. Berkat usaha dan tak lepas dari doa orang tua, akhirnya pada kelulusan SMA saya menjadi salah satu siswa terbaik di sekolah.
Setelah menempuh pendidikan di SMA, saya memutuskan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor dengan pilihan program studi Ilmu Ekonomi Syariah. Sebelum akhirnya saya memutuskan kuliah di Bogor, saya telah berusaha untuk mendaftar dan mengikuti tes di perguruan tinggi lain yang menawarkan kuliah gratis dengan harapan agar tidak membebani orang tua saya. Namun rencana Allah berkata lain, kini saya ditakdirkan untuk kuliah di IPB. Ayah saya kini telah memasuki masa pensiun. Biaya kuliah saya sebesar 6 juta per semester, itupun belum ditambah dengan kebutuhan bulanan dan kostan. Untuk membayar semua itu hanya bisa mengandalkan uang pensiunan per bulan ayah saya saja. Terkadang saya merasa takut dan terngiang-ngiang apabila ditengah perjalanan saya tidak dapat melanjutkan pendidikan saya. Saya tidak ingin kerja keras yang telah ayah saya lakukan untuk membiayai saya hanya terbuang sia-sia.
Tahun pertama alhamdulillah IPK saya menempati peringkat kedua terbesar dikelas dan kini pun masih berada dikategori cumlaude. Namun, sebagai mahasiswa, cakap dalam bidang akademik saja tidaklah cukup untuk memasuki dunia pasca kampus, mahasiswa pun harus memiliki kemampuan soft skill yang mumpuni. Tahun 2017 saya mulai mengikuti kepanitiaan seminar internasional yaitu sebagai divisi acara. Selain itu, untuk meningkatkan kerohanian saya, saya juga mengikuti mentoring kajian Islam yang biasanya diadakan seminggu sekali. Ketika memasuki tahun kedua, saya mulai mengikuti lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan juga lomba essay. Walaupun belum meraih juara, setidaknya saya pernah mencoba untuk terus mengembangkan diri saya. Saat ini saya menjadi bagian dari BEM Fakultas Ekonomi dan Manajemen sebagai pengurus departemen pendidikan.
Kecintaan saya kepada dunia pendidikan menuntun saya untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Selain itu, kini saya sedang aktif dalam kegiatan sosial, yaitu mengajar anak-anak kecil yang berada di desa sekitar kampus. Saya ingin memberikan sesuatu yang berdampak kepada orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.