Wednesday, August 22, 2018

Peran Pemuda Pertanian dalam Membangun Ekonomi Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0



Peran Pemuda Pertanian dalam Membangun Ekonomi Bangsa
di Era Revolusi Industri 4.0

Menurut T.S Asthon revolusi industri ini terjadi pada tahun 1760-1830. Kata "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Hal in diartikan sebagai perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia (Wikipedia). Revolusi industri untuk pertama kalinya muncul di Inggris yang lambat laun mulai menyebar ke seluruh dunia.
Revolusi industri generasi pertama ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan. Kemudian, generasi kedua, melalui penerapan konsep produksi massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik. Dan, generasi ketiga, ditandai dengan penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan industri. Dunia industri saat ini tengah memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Tak hanya ramai jadi perbincangan dunia, tapi gaung soal industri generasi keempat ini juga terus dibahas di Indonesia. Apalagi sejak Presiden Joko Widodo meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0. Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industri 4.0, yang ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.
Pada revolusi industri keempat, menjadi lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya.Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. Sehingga pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci penentu daya saing pada era ini. Indonesia sudah menapaki era industri 4.0, hal tersebut ditandai dengan berbagai insprastruktur yang serba digitalisasi dan otomasi. Akan tetapi, tidak semua elemen masyarakat menyadari dan mengetahui dampak yang terjadi dari perubahan tersebut. Perubahan tersebut dapat kita lihat dari banyaknya toko yang mengalami penurunan keuntungan lalu gulung tikar dan banyaknya pegawai yang kehilangan pekerjaan karena tugasnya digantikan dengan perkembangan teknologi, seperti jual-beli online dan munculnya e-toll. Lalu apakah peran pemuda pertanian dalam rangka membangun ekonomi bangsa?
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017, tercatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa. Sebanyak 49,52 persen pengguna berusia 19-34 tahun. Hal ini menunjukan, banyaknya usia produktif yang menggunakan teknologi. Revolusi Industri 4.0 berciri kreativitas, leadership (kepemimpinan) dan entrepreneurship (kewirausahaan) yang mendobrak "mindset" cara bekerja revolusi industri sebelumnya. Jika berbicara tentang pemuda, maka tak lepas dari kata mahasiswa. Mahasiswa memiliki peranan penting dalam mengembangkan dunia pertanian.  Mahasiswa yang biasa dikenal sebagai agent of change, harus melakukan perubahan dengan mengikuti perkembangan zaman agar dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi pertanian ini. Pemuda pertanian dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah pertanian dengan ilmu yang dimilikinya. Hal yang dapat dilakukan oleh pemuda pertanian yaitu mengenalkan kepada petani dengan teknologi bertani yang modern sesuai dengan perkembanga pada era 4.0 ini. Setiap generasi memilki karakteristik tersendiri. Kini generasi internet harus dapat membuktikan bahwa dirinya adalah generasi perombak tembok-tembok peradaban di masa lampau dan menggantinya dengan hal positif yang menggunakan kecangihan teknologi. Industri memang selalu memiliki kemajuan dalam perubahan, namun kita juga masih mempunyai kemajuan di bidang pertanian, yang selalu tetap menjadi kebutuhan dasar bangsa ini. Revolusi dalam bidang pertanian saat ini masih dalam tahap perkembangan. Beberapa hal yang menjadi fokus dalam perkembangan terbaru ini adalah penggunaan teknologi pertanian yang baru (hidroponik, vertical farming, dan modifikasi genetika) serta pengaplikasian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang pertanian. Konsep yang sedang dalam tahap pengembangan ini yaitu smart farming atau precisioun agriculture. Dimana yaitu penerapan teknologi informasi dalam bidang pertanian. Pengembangan pertanian terhadap perekonomian suatu bangsa adalah berbanding lurus. Suatu bangsa dapat dikatakan maju apabila kebutuhan primernya terpeneuhi.
Peran pemuda pertanian, yang cinta tanah air Indonesia, harus mampu membumikan pertanian Indonesia melalui internet. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan ide-ide perubahan ataupun informasi mengenai pertanian yang disebar luaskan melalui internet khususnya media sosial. Karena dengan penyebaran informasi melalui internet dapat mencakup secara luas dan cepat, sehingga dapat merangkul masyarakat akan pentingnya pertanian dan teknologi yang kini saling berkesinambungan dalam revolusi industri 4.0. Selain melalui media sosial, kaum pemuda dapat membuat suatu inovasi yaitu dengan pembuatan informasi pertanian yang dikemas dalam mobile. Pada awalnya, memang akan terasa sulit untuk mengenalkan suatu hal baru kepada petani tradisional, karena kebanyakan dari mereka lebih percaya dengan metode yang sudah biasa mereka pakai sejak dahulu. Layanan informasi berbasis mobile diperlukan petani saat petani membutuhkan informasi pertanian dengan cepat. Sehingga petani tidak memerlukan waktu lama untuk mengetahui harga bibit dan ketersediaan pupuk, harga komoditas di pasar, dan sarana untuk mengumpulkan kelompok tani. Potensi sistem pertanian digital ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan ketahanan pangan bangsa kita. Dalam bidang pertanian, teknologi dapat dimanfaatkan selama proses on farm maupun off farm.


Mimpi Hingga 40 Tahun Kedepan

[T U G A S   M P F]


Mimpi Hingga 40 Tahun Kedepan 
(Sekitar 59 tahun)


Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah

Menjadi bagian dari XL Future Leadership

Merintis usaha kecil

Bisa ikut donor darah

Menjadi bagian dari IPB Mengajar

Menjadi volunteer untuk orang difabel

Mendapat IP 4 untuk semester 3

Mendaftar asprak ekum

Menjadi asprak ekum

Mendapat nilai TOEFL 600

Fasih berbicara B.Inggris

Mengajar anak jalanan

Lomba olimpiade ekonomi

UKT Turun

Kostan gratis

Mengikuti lomba PKM

Menjadi bagian BEM FEM

Hafal juz 30

Jogging keliling IPB tiap minggu

Mendapat IP 4 untuk semester 4

Mendapat medali jenius di HAGO

Lancar mengendarai motor

Jalan-jalan ke Little Venice Bogor bareng Tira

Renang 2 minggu sekali

Menjadi relawan disebuah kegiatan yang bermanfaat

Mengikuti SP matkul untuk mempercepat kelulusan

Mendapat Beasiswa Djarum

Dari semester 4 sampe lulus IPB sudah tidak membayar UKT karena beasiswa

Turun ke pedesaan dan membawa kegiatan yang bermanfaat

Menjadi Duta FEM

Jalan-jalan keliling Bogor pake motor

Mendapat IP 4 untuk semester 5

Mengikuti pertukaran pelajar keluar negeri

Memiliki usaha tempat makan kekinian dan cocok untuk kantong mahasiswa di sekitar Dramaga

Jalan-jalan ke Bali

Rutin menulis blog yang bermanfaat

Mendapat IP 4 untuk semester 6

Menjadi Duta IPB

Sebelum lulus sudah ditawari bekerja diperusahaan

Mendapat IP 4 untuk semester 7

Lulus 3,5 tahun

Menjadi lulusan FEM Terbaik

Lulus dengan IPK 3,9 dan cumlaude

Mendapat beasiswa S2

Lulus S2 pada umur 23 tahun

Bekerja di Bank Indonesia divisi Ekonomi Syariah

Kerja di Kementrian Keuangan

Menjadi dosen ekonomi yang tidak killer tapi tetap disiplin dan menginspirasi

Membuka cafe kekinian dengan konsep yang menarik remaja

Mentransfer uang tiap bulan untuk orang tua

Membuka usaha kost-kostan untuk orang tua

Memberangkatkan haji kedua orang tua

Mengajak jalan-jalan sekeluarga dengan gaji sendiri

Mewakafkan gaji dengan membangun mesjid

Menginfakkan gaji setiap bulan untuk anak yatim piatu

Memiliki mobil dari gaji sendiri

Memiliki rumah untuk investasi dengan gaji sendiri

Membuat foto prewedding dengan tema casual date

Menikah di umur 25 tahun

Menikah dengan lelaki yang shaleh, mapan, dewasa, tutur katanya baik, penyayang, kerja keras, sabar, dan tinggi

Pergi haji dengan suami

Muncak bareng ke gunung

Jalan-jalan honeymoon ke Lombok

Memiliki rumah di Bandung

Membuka usaha makanan frenchise yang kekinian di Subang

Travelling bareng ke Korea dan Jepang

Menjelajahi sejarah-sejarah penting di negara di Eropa

Membuat Rumah Singgah untuk orang yang sedang dalam pengobatan.

Memiliki 2 anak, yang pertama laki-laki dan yang kedua perempuan

Memberi nama anak dengan gabungan nama suami

Jadi istri dan ibu yang shaleh

Pinter memasak dalam berbagai aneka masakan

Jago membuat kue-kue kering dan bolu

Mengasuh anak dengan intensif pada usia emas

Mengajari pendidikan agama kepada anak dari usia dini

Jalan-jalan sekeluarga bareng anak ke tempat wisata

Mengajari anak untuk mandiri dan disiplin sejak dini

Membiayai pendidikan anak

Anak lulus kuliah dengan prestasi yang baik

Anak memiliki pekerjaan dan telah mapan

Hidup sakinah mawadah warahmah dengan suami serta menua bersama dalam ridho Allah swt dan akhirnya happily ever after.





Aamiin

Monday, August 20, 2018

B I O D A T A D I R I


 B I O D A T A        D I R I


Nama lengkap                          : Dita Puspitasari
Tempat, tanggal lahir               : Subang, 19 Agustus 1999
Status                                       : Mahasiswa
Agama                                     : Islam
Kebangsaan                             : Indonesia
Zodiak                                     : Leo
Fakultas / departemen             : FEM / Ekonomi Syariah
NIM                                        : H54170035
Asal daerah                             : Subang, Jawa Barat
Asal sekolah                           : SMAN 1 Subang
Hobi                                        : Bersepeda, jogging, nonton film/drakor, jalan-jalan
Cita-cita                                  : Ahli Ekonomi dan wirausaha
Makanan favorit                     : Makanan yang pedas
Minuman favorit                    : Kopi dan teh
Kelebihan diri                        : Pekerja keras, tekun, dan pantang menyerah.
Kekurangan diri                     : Ceroboh, mudah lupa, dan terlalu santai.
Motto hidup                            : Man Jadda Wa Jadda

Friday, August 3, 2018

Sekilas Tentang Subang Jawa Barat


Eksplor Si Kota Nanas 

Setiap daerah memiliki kisah dan keunikan tersendiri bagi para penduduknya, tidak terkecuali dengan Kota Subang. Disanalah saya berasal, dibesarkan, dan dididik oleh kedua orang tua saya. Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat. Kota yang terkenal dengan ikon buah nanas ini, merupakan salah satu kota yang sering dilalui oleh para pemudik, terlebih lagi  ketika lebaran tiba jalan disekitar kota ini akan sangat ramai. Kota ini akan dipadati dengan kendaran bermotor  yang memiliki plat nomor beragam. Namun, setelah dibangunnya Tol Cipali, kota ini tidak terlalu ramai oleh para pemudik ketika lebaran tiba.
Subang terkenal dengan julukan kota nanas, tak heran jika penjual nanas bertebaran di sepanjang jalan Kota Subang. Sejak dulu, nanas madu sudah menjadi komoditas utama bagi kota Subang. Bahkan, produk yang dihasilkan oleh kota ini sudah sangat terkenal di seluruh pelosok Indonesia. Selain identik dengan nanas, Subang punya lokasi wisata yang sangat banyak. Di antara hijaunya perkebunan teh, dibagian Selatan Kabupaten Subang memiliki sumber mata air panas yang terus mengalir di daerah Ciater. Sari Ater merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal dan ramai pada saat liburan terutama pada saat liburan Hari Raya Lebaran. Disana pengunjung akan dimanjakan dengan kolam pemandian air panas, tempat Spa, dan udaranya yang sejuk. Sebenarnya wilayah Subang ini memiliki udara setengah dingin dan setengah panas. Wilayah Subang yang berbatasan dengan Bandung memiliki udara yang dingin dan sejuk, sebaliknya wilayah pusat kota hingga jalur pantura memiliki iklim yang panas.
Di daerah dataran tinggi kota ini, banyak terdapat wisata alam curug, salah satu curug yang terkenal dan sedang hits di sosial media yaitu Curug Cibareubeuy. Tempatnya memiliki spot foto yang unik, keren, dan Instagramable. Curug Cibareubeuy sudah dikenal oleh para traveler sejak lama. Letaknya yang cukup tersembunyi, tidak membuatnya sepi pengunjung. Alamnya yang indah dan sejuk, membuat banyak pengunjung yang berasal dari luar kota pun datang kesana.  Untuk melihat keindahan Curug Cibareubeuy, pengunjung harus berjalan lagi melewati rute persawahan. Selain itu rutenya cukup mudah dilalui karena jalan pematang sawahnya sudah ditandai dengan susunan batu. Dibagian dataran rendah terdapat tempat wisata bahari yang tak kalah menarik yaitu Pantai Kelapa Patimban yang terletak di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Karena di sepanjang pesisir pantai ini banyak tumbuh deretan pohon kelapa, masyarakat sekitar banyak yang menyebut tempat ini dengan sebutan Pantai Kelapa. Pada saat libur panjang tiba dan saat liburan akhir pekan, Pantai Kalapa Patimban ini banyak sekali didatangi oleh para pengunjung, bukan hanya dari wilayah Subang, namun mereka juga datang dari luar daerah. Bicara mengenai potensi pariwisata di Subang memang tak akan ada habisnya, seperti Tangkuban Perahu, Capolaga, Penangkaran Buaya Blanakan, Curug Cijalu, dan masih banyak lagi.

Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Namun di pesisir utara  penduduknya menggunakan Bahasa Jawa Dialek Cirebon (Dermayon). Walaupun bahasa sehari-hari yang digunakan dengan pesisir utara sedikit berbeda, Warga Subang tetap bersatu dam gotong royong.
Kota ini kaya akan seni dan budaya. Sisingaan yang telah menjadi salah satu ikon seni Jawa Barat berasal dari sini.   Kesenian Sisingaan ini umumnya ditampilkan pada siang hari dengan berkeliling kampung pada saat ada acara khitanan, menyambut tamu agung, pesta pernikahan, dan lain sebagainya.    telah mengangkat dan mengharumkan nama Kabupaten Subang, bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga telah dikenal di dunia internasional.     Alat musik toleat yang telah menambah khasanah musik sunda juga berasal dari Subang. Prestasi seni anak muda Subang sangat diperhitungkan di Jawa Barat. Di kota ini seni budaya masyarakat pantura yang dinamis dapat berpadu dengan seni budaya sunda yang begitu halus.
Toleat adalah alat musik khas Subang, Jawa Barat. Alat musik yang terbuat dari bambu ini bentuknya meyerupai suling namun suaranya menyerupai saxophone. Alat musik ini kerap dikolaborasikan baik dengan alat musik tradisional lainnya maupun dengan alat musik modern. Pada saat hari jadi Kota Subang yang ke-67 pemerintah kabupaten mengajak 1250 orang yang mayoritas adalah pelajar termasuk saya, ikut  meniup toleat pada malam HUT Kab. Subang yang ke-67 sebagai pemecahan rekor MURI.
Sudah sepantasnya sebagai bagian dari Kabupaten Subang saya merasa bangga dan cinta kepada tanah kelahiran saya. Tempat saya mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas. Tempat dimana semua cerita terukir. Keindahan alam yang memanjakan mata, lampion-lampion yang menyala ketika malam tiba, padatnya kendaraan ketika pabrik bubar, ramainya pedagang di pasar minggu, berlari di lapangan alun-alun, dan masih banyak kenangan lain yang telah terukir di kota nanas ini. Inilah cerita daerahku, kalau kamu?


Contoh Membuat Berita dari Lingkungan Sekitar (Tugas B.Indonesia)


Intai Minimarket, Pelaku Gondol Uang dari ATM


 



Mesin ATM yang dibobol pelaku telah diberi 
garis polisi pada Rabu (26/10/2016).*

SUBANG – Aksi pencurian di sebuah minimarket kembali terjadi, yaitu pada Rabu (26/10/2016). Kali ini yang menjadi sasaran adalah Indomart yang berada di Jalan Kapten Hanafiah No. 45 RT 28, Kelurahan Karanganyar, Subang, Jawa Barat.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, aksi pencurian baru diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, saat karyawannya masuk kerja. Sasaran dari pelaku ini adalah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang terdapat di dalam minimarket. Akibat kejadian itu uang di ATM yang ada di dalam minimarket sebesar Rp. 158.000.000 raib di bawa kabur kawanan pencuri.
Setelah mendapatkan laporan dari pihak Indomart, polisi langsung bertindak dan menuju lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan di lapangan, diketahui pelaku masuk minimarket dengan cara menjebol ventilasi yang berada di kamar mandi. Kemudian pelaku menjebol tembok sampai bagian dalam ruangan. Setelah berhasil, pelaku kemudian membobol mesin ATM milik Hana Bank dan menguras saldo yang terdapat dalam mesin ATM.
“Diduga kejadian ini terjadi ketika jam 03.00 WIB dini hari, karena pada saat itu seseorang yang melakukan tugas ronda menemukan dua orang yang duduk di depan toko sambil mendengarkan musik, ketika ditanya oleh petugas ronda ternyata mereka sedang menunggu temannya,” ujar Riki selaku kasir di Indomart. Selain itu, Riki juga menyatakan, ada beberapa barang yang diambil oleh para pelaku. Barang yang paling banyak diambil ialah rokok, menurutnya kerugian yang didapatkan dari pihak Indomart sekitar Rp. 2.000.000.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan yaitu Asep yang masuk pagi, kemudian diteruskan kepada atasannya yaitu kepala toko Endah Hayatul. Kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut dan kini polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi. (Dita Puspitasari)***


Autobiografi dalam Bahasa Sunda (Otobiografi)


OTOBIOGRAFI
Dita Puspitasari

Ngaran kuring Dita Puspitasari, mindeng dilandi Dita atawa Neng Dita. Kuring sok di panggil Neng Dita kusabab di bumi kuring sok di saur neng, boh ku rerencengan boh ku kaluwarga.
Subang teh tempat lahir kuring. Indung kuring ngalahirkeun kuring di RSUD Ciereng Subang sakitar tabuh 9 peuting dinten kemis, 19 Agustus 1999. Indung kuring ngaranna Aah Sariah. Bapa kuring ngaranna Iing Harin. Kuring teh anak katilu, nyaeta anak panungtung saentos teteh sareng aa kuring. Teteh kuring namina Dina Muliasari nyaeta anak kahiji, kuring sareng teteh kuring beda genep taun. Aa kuring namina Dika Kusuma nyeaeta anak kadua saentos teteh kuring, kuring sareng aa beda opat taun.
 Indung kuring masihan ngaran tilu anakna di mimitian ku abjad D kusabab ngaran bapana indung kuring oge di mimitian ku abjad D. Lamun nini kuring  anu ti indung mah tos maot saacan kuring lahir, boh saacan teteh kuring lahir, nyaeta pas sukuran 7 bulanan teteh kuring dina kandungan. Bapa kuring teh pangajar di SMPN 1 Subang. Bapa kuring ngajarkeun basa Inggris. Ngan, lamun indung kuring nyaeta ngurus padamelan di bumi. Indung sareng bapa kuring teh beda 10 taun umurna. Golongan darah kuring nyaeta O, kusabab indung sareng bapa kuring oge O.
Kuring ngawitan sakola nyaeta di TK Darussalam. Sa entos kitu, 18 Juli 2005 kuring neraskeun ka SDN Rawasari. Mimiti asup sakola barudak SD teh sok di pasihan buku aksara sambung. Basa eta kuring resep kana tulisan aksara sambung. Di sakola oge kuring sok ngiluan lomba-lomba antar sakola dasar. Saperti lomba calistung (baca, tulis, ngitung) kuring pernah juara 1 sareng 3, lomba maca puisi juara 3, lomba sinopsis juara 1, lomba cerdas cermat boh kalompok jeung sorangan, pas lomba cerdas cermat sorangan kuring kenging juara 10 ageung tingkat kabupaten. Lomba cerdas cermat sorangan moal kuring hilapkeun kusabab eta lomba teh kuring tiasa patepang sareng SD sanes. Jeung mani kaingetan kusabab kuring bungah kusabab kuring ti SD anu teu pati kasohor di Subang. Tapi SD kuring tiasa asup 10 ageung tina lomba eta. Lian ti eta kuring oge pernah ngiluan lomba tari berkelompok, nyaeta ngan sababaraha urang anu ngawakilkeun ngiluan tari. Pas SD kelas hiji kuring pernah ranking ka 2 jeung katilu. Pas kuring kelas 2 nepi ka kelas 6, alhamdulillah kuring di kelas kenging ranking kahiji. Sa entos lulus ti SD kuring neraskan atikan ka SMPN 1 Subang. Di SMPN 1 Subang kuring patepang sareng jalmi jalmi anu pararinter nu asal SD na oge benten benten, boh ti Subang boh anu ti luar Kabupaten Subang. Di SMP kuring kenging ranking 1 di kelas 7 atawa juara 4 umum. Pas SMP kelas 7 kuring pernah kapilih ngiluan pembinaan di ajar olimpiade biologi sareng basa Inggris di sakola. Ngan pas tahap saterasna kuring teu kenging. Pas kelas 7 oge kuring pernah ngiluan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR). Ieu lomba ngeunaan panulingtikan kana hiji pasualan. Kuring ngiluan ieu lomba sareng 2 rerencangan kuring. Alhamdulillah kalompok kuring kenging 5 ageung sa-Jawa Barat. Di kelas dalapan kuring kenging juara umum kahiji. Di kelas tilu kuring kenging juara umum ka tilu. Dina ahir semeseter kuring kenging panghargaan siswa berprestasi dina bidang mata palajaran.
Ti keur leutik keneh kuring geus resep kana ucing. Duka kulantaran naon, cenah mah saur indung kuring pas kuring masih keneh orok ucing teh pernah asup ka kamar pas kuring nuju bobo. Kuring sok resep masihan dahareun ka ucing. Kusabab ucing teh mani ocon, komo deui anu masih leutik keneh. Sok teu daek icing tatarekelan ka pohon.  Teras gampil di ulinan ku kuring. Mun ningali ucing anu ocon biasana kuring sok bungah. Pas leutik kuring pernah miara ucing nyaeta ngaranna Once. Once boga bulu nu warnana bodas sareng oren. Once boga buntut anu teu pati panjang jeung rada muringkel. Eta ucing geus di piara sakitar genep taun. Awalna mah bapa sareng indung kuring ge teu resep kana ucing kusabab nya rujit mere daharna, sok sare dimana wae, jeung sajabana. Ngan, ahirna mah indung sareng bapa kuring teh narima kuring miara si Once teh. Awalna indung kuring rada keuheuleun ka ucing. Tapi teu langkung lila indung sareng kuring oge jadi nyaah ka ucing. Anu biasana si Once sok di usir jadi di antepkeun asup ka jero imah teh. Si Once sok di bere dahar, nepi ka si Once awakna jadi badag. Ngan si Once paeh pas si Once geus kolot. Katingali kolot kusabab awakna geus teu jagjag jiga baheula, huntuna geus rada teu rapi, sareng sok gegeringan wae.
            Ti SD kuring atos di ajar maca Iqra’. Ti mimiti Iqra’ hiji nepi ka Iqra genep. Pas kuring SD, kuring ngiluan madrasah masjid. Madrasah masjid na nyaeta di masjid Al-Qanaah anu teu pati jauh ti bumi. Waktos ngawitanna di ajar biasana wengi. Kuring sareng rerencangan sok angkat sasarengan boh naek sapedah atawa leumpang. Ngan pas usum hujan, biasana kuring sareng rerencangan sok huhujanan, lian ti eta jalan anu sok kuring langkung teh sok banjir jadi kuring teh kapaksa kedah ngalangkungan eta jalan anu tos kacampur sareng cai tina koco nu keruh.
            Unggal isuk biasana sok aya tukang bubur anu ngaliwat. Hampir unggal isuk kuring sok meser eta bubur. Sabenerna kuring teu pati beuki kana bubur, ngan pas kuring atos nyobaan bubur anu sok kuring peser unggal isuk, kuring teh jadi resep kana bubur.
            Pas leutik kuring resep nonton film. Film anu kuring resep basa eta nyaeta “Simba” sareng “Pokemon”. Saur indung kuring, kuring pernah nepi ka ceurik kusabab nonton film eta. Ti sabarang kuring budak leutik nepi kaayeuna sato anu kuring resep nyaeta ucing. Kusabab ti leutik kuring boga ucing anu ngaranna Once. Once teh tos di ingu ti sabarang leutik keneh. Awalna mah indung sareng bapa kuring te resep kana ucing. Ngan, lami lami indung sareng bapa kuring teh jadi nyaah kana ucing. Nepi ka si Once gelut oge ku bapa kuring sok di tulungan. Ngan aya sato anu kuring teu resep nyaeta cakcak. Kuring teu pati resep kana cakcak. Kuring pernah nepi ka ceurik kusabab aya cakcak labuh tina tembok teras kana baju kuring.
            Kuring sareng rerencangan boga kabiasaan lamun poe isukanna pere, biasana kuring sareng rerencangan sok ulin pas peutingna. Ulinna teh nyaeta ka bumi kuring, shalat sasarengan jeun ngaji, marawa bekel keur bancakan, lamun tos bancakan biasa diteraskeun ulin. Ngan biasana nepi ka tabuh salapan peuting, kusabab tos di piwirang uih.
            Saentos tamat sakola dasar, kuring teras ngalanjutkeun sakola ka SMPN 1 Subang. SMPN 1 Subang nyaeta SMP anu katelah di Subang. Di SMP, kuring patepang sareng siswa anu asal SD na aya nu ti luar kota Subang. Unggal isuk kuring sok angkat ka sakola sareng bapa, kusabab bapa kuring ngajar basa Inggris di SMPN 1 Subang. Saentos kuring tamat SMP, kuring teras ngalanjutkeun sakola ka SMAN 1 Subang.