Friday, August 3, 2018

Tugas Individu Akhir Dasar-Dasar Bisnis (DASBIS) IPB



TUGAS INDIVIDU LAPORAN
“KUNJUNGAN LAPANG (FIELDTRIP) KE UNIT BISNIS”
Matakuliah Dasar-Dasar Bisnis (AGB111)








Disusun Oleh:
Dita Puspitasari (H54170035)



Nama Dosen:
Dr. Ir. Joko Purwono, MS



















FAKULTAS EKONOMI DAN MANEJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2018


A.    Profil Perusahaan

Nama Perusahaan        : Pengolahan Susu Eco-Farm
Produk                                    : Susu sapi dan kambing perah
Manajer                       : Ina Kusminah, S.Pt. 
Lokasi                         : Fakultas Peternakan IPB

Eco-Farm merupakan suatu unit usaha yang bergerak di bidang penanganan dan pengolahan susu segar. Berdirinya Eco-Farm ini dimulai pada tahun 2004 di bawa bimbingan Prof. Toto Toharmat yang merupakan kepala laboratorium nutrisi ternak perah, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Perusahaan ini berlokasi di Unit Lapang Fakultas Peternakan IPB. Penanggung jawab Eco-Farm dibantu oleh seorang manajer yang berfungsi menggerakkan bisnis ini, baik produksi, pengolahan, maupun pakan.                       
Pada awalnya tedapat 20 ekor sapi perah yang didapatkan dari bantuan dari bantuan Koperasi Indonesia (KWI). Produk hasil pengolahan yan dilakukan oleh Eco-Farm adalah susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, dan puding. Selain bergerak di bidang komersial, Eco-Farm juga bertindak sebagai lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan ini merupakan lembaga yang memiliki kompetensi dalam bidang pengembangan sapi perah dan produksi susu segar serta hasil dalam bidang pengembangan sapi perah dan produksi susu segar serta hasil olahannya. Hal ini bertujuan dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa IPB khususnya, maupun masyarakat umum.

B.     Pembahasan
B.1. Potensi dan peluang bisnis
Ternak sapi dan kambing perah merupakan salah satu usaha yang sangat potensial. Selain pemasaran dan perawatan yang mudah, secara ekonomis budidaya sapi perah mampu menghasilkan keuntungan yang melimpah. Proses perawatan hingga pemasaran susu sapi ini sudah jelas dan pasti mekanismenya. Selain pengelohan susu, Eco-Farm ini memiliki potensi dalam pengolahan biogas. Dimana kotoran ternak yang menumpuk tersebut dapat diolah menjadi biogas maupun pupuk sehingga limbah tersebut dapat memiliki nilai ekonomis. Selain itu, Eco-Farm memiliki peluang sebagai sentra edukasi bagi pelajar seperti penelitian, praktikum, maupun magang.
B.2. Lingkungan Bisnis
Unit usaha Eco-Farm menggunakan lahan yang berada di kandang Fakultas Peternakan, IPB Dramaga. Terdapat luas lahan rumput sebesar ± 1 ha yang akan digunakan sebagai pakan 20 ekor hewan ternak. Hewan ternak ini terdiri dari 4 ekor sapi perah betina tetapi tidak terdapat pejantan, 9 kambing betina, 1 kambing pejantan, 2 kambing anak. Pengolahan susu perah dalam bentuk Pabrik (Unit Pengolahan Susu Fakultas Peternakan IPB) produk olahan susu FAPET yang berada di Jl. Kayu Manis Laboratorium Lapang A Fakultas Peternakan. Pabrik ini pada awalnya berupa laboratorium yang kemudian direnovasi menjadi pabrik dari dana DIPA IPB tahun 2007.  
B.3. Kendala/permasalahan yang dihadapi
Dalam setiap usaha bisnis pasti memiliki risiko. Begitu pula dengan usaha hewan ternak Eco-Farm. Adapun beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Eco-Farm dalam pengelolaan susu sapi dan kambing perah, yaitu:
(1)   Produk susu hewan ternak  tidak dapat bertahan lama dan mudah pecah. Agar produk dapat bertahan lama, diperlukan diversifikasi olahan. Diversifikasi olahan yang dibuat oleh Eco-Farm diantaranya seperti yoghurt dan kefir yang memiliki tingkat ketahanan yang lebih lama.
(2)   Kendala yang dihadapi pada produksi sapi perah yaitu pejantannya tidak ada, sehingga kelangsungan hidup sapi perah semakin menurun dan berkurang. Hal ini berdampak pada produksi susu, sehingga untuk mengatasi hal tersebut, Eco-Farm memutuskan untuk mengambil persediaan susu dari peternak luar.
(3)   Beberapa penyakit dapat menyerang sapi perah dan mempengaruhi produktivitas serta
kualitas susu yang dihasilkan. Hal tersebut sangat ditakuti para peternak pada umumnya, karena dapat menurukan produktivitas susu dan bahkan mengakibatkan kematian pada hewan ternak. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, diperlukan ketersediaan obat-obatan hewan yang memadai dan pengecekan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan sebagai sarana optimasi kesehatan hewan melalui pencegahan dan pengobatan penyakit.
(4)   Keadaan cuaca dan iklim yang berubah-ubah dan sulit diprediksi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hewan ternak maupun pakan. Ketika musim kemarau maka pertumbuhan rumput gajah akan berkurang sehingga akan terjadi keterbatasan dalam pemberian pakan kepada hewan ternak. Beberapa ahli mempelajari pengaruh iklim terhadap objek yang spesifik, di antaranya iklim berpengaruh terhadap bentuk tubuh (Hukum Bergmann), insulasi pelindung atau kulit dan bulu (Hukum Wilson), warna (Hukum Gloger), tubuh bagian dalam/internal (Hukum Claude Bernard), dan kesehatan dan produksi ternak. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut ialah menyediakan persedian pakan sebelum musim kemarau tiba.
(5)   Modal untuk usaha ini hanya berasal dari Eco-Farm sendiri tanpa bantuan dari pihak departemen ataupun fakultas. Segala kegiatan operasional baik itu pemeliharaan, pemberian pakan, dan pengelolaan hewan ternak, modalnya didanai dari hasil penjualan susu Eco-Farm. Oleh karena itu, Eco-Farm harus melakukan strategi usaha yang baik agar mendapatkan pendapatan yang cukup demi kelangsungan usaha ini.
(6)   Risiko terakhir yang sering dihadapi oleh suatu usaha biasanya ialah risiko produk tidak terjual. Hal ini biasanya terjadi apabila hari libur ataupun pada saat bulan ramadhan. Untuk mengatasi hal tersebut, Eco-Farm akan menutupi kerugian dari penjualan tersebut dengan margin yang diperoleh ketika permintaan terhadap susu meningkat.

B.4.     Pengelolaan Produksi
           
            Produksi merupakan segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang membtuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, dan skills (organizational, managerian, and technical skills). Kegiatan produksi ini menciptakan atau membuat sebuah benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kebutuhan manusia merupakan
             Pada awalnya persediaan susu diambil langsung dari hewan ternak perah Fapet IPB. Namun seiring berjalannya waktu, kini persediaan susu sapi diambil dari Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (Kunak), Leuwiliang Bogor. Untuk produk susu kambing diambil dari peternakan Eco-Farm tersendiri. Permintaan terhadap susu kambing bervariasi bisa 30 liter ataupun lebih. Produksi pembuatan susu kambing Eco-Farm tergantung permintaan Pada hari biasa stok susu biasanya kisaran 100-200 liter, namun pada hari libur atau bulan ramadhan biasanya hanya sekitar 60 liter. Susu dimasukkan ke dalam milk can yang terbuat dari aluminium dan selanjutnya diangkut ke dalam mobil bak terbuka. Selanjutnya susu dikirimkan ke pabrik produksi di Fapet IPB, biasanya proses pengiriman hanya memakan waktu 3 menit jika kondisi lalu lintas lancar. Setelah itu, susu akan diuji alkohol serta diuji sampel mikrobiologi. Jika teruji bagus, lanjut ke tahap selanjutnya yaitu pra-pasteuriser yaitu memanaskan susu sebelum masuk ke dalam mesin pasteuriser. Jika sudah dipanaskan, susu dimasukkan ke dalam panci untuk proses pasteuriser.
            Setelah dari dipasteuriser, susu didinginkan terlebih dahulu. Setelah dingin, susu dimasukkan ke dalam mesin pengemasan dalam bentuk cup. Susu-susu tadi didinginkan sementara di dalam lemari pendingin. Jika proses produksi sudah selesai, susu-susu dibawa ke outlet Fapet, disanalah penyimpanan susu terakhir.
            Produk reguler yang diproduksi oleh susu Fapet IPB saat ini yaitu susu pasteurisasi, yoghurt, puding susu, dan es susu. Namun mereka juga dapat memproduksi produk non-reguler yang hanya dibuat ketika adanya permintaan produk seperti mentega, es krim, susu kental manis, karamel, dodol, kerupuk susu, dan susu evaporasi.
           
B.5.     Pengelolaan Pemasaran

            Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya, dimana mereka harus memuaskan kebutuhan konsumennya. Jika ingin berhasil di dunia bisnis, para pemasar harus berupaya untuk menentukan kebutuhan konsumen dengan cara menganalisis pasar.
            Begitu juga dengan susu Fapet IPB, mereka melakukan kegiatan pemasaran untuk menarik pembeli. Namun pada dasarnya usaha ini belum berbentuk Satuan Usaha Akademik (SUA), usaha ini masih berorientasi pada pendidikan, sehingga pendapatan yang didapatkan digunakan untuk kegiatan operasional hewan ternak. Produk dari susu Fapet IPB dipasarkan dari mulut ke mulut. Dahulu susu Fapet IPB mempunya blog yang dapat diakses oleh pengguna internet untuk lebih mengetahui tentang produk yang ditawarkan oleh susu Fapet IPB.
            Susu Fapet IPB menjual produk mereka dengan harga yang bervariasi. Berikut daftar harga produk yang ditawarkan:
1.      Susu sapi mentah                                : Rp. 9.000/liter
2.      Susu kmabing mentah                         : Rp. 35.000/liter
3.      Yoghurt plain                                      : Rp 30.000/liter
4.      Youghurt kemasan plastik (20 buah)   : Rp. 17.000/kemasan
5.      Yoghurt cup                                         : Rp 7.000/cup
6.      Susu pasteurized plain                        : Rp 10.000/liter
7.      Susu pasteurized rasa                          : Rp 4.000/250 mililiter

Bila pembelian susu pasteurized plain dalam jumlah banyak, Eco-Farm akan menjual produk tersebut lebih murah yaitu seharga Rp 9.000/liter.

B.6.     Pengelolaan Sumber Daya Manusia

            Secara umum, pengertian sumberdaya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumberdaya manusia secara makro dan mikro. Pengertian sumberdaya manusia makro adalah jumlah penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian sumberdaya manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada sebuah institusi.
Pengolahan susu Eco-Farm ini diketuai oleh Prof. Toto Toharmat dan dimanajeri oleh Ina Kusminah, S.Pt yang merupakan alumni dari peternakan IPB. Adapun terdapat 4 orang karyawan yang turut membantu dalam kegiatan operasional Eco-Farm yang membidangi tugasnya masing-masing, diantaranya yaitu: satu orang mengelola kambing perah, satu orang lagi mengelola sapi perah, dan dua orang perempuan memegang di divisi pengolahan susu.
Adapun gaji yang diterima oleh para pegawai, diantaranya: dua orang karyawan yang bekerja di pengelolaan kandang diberi gaji 1 juta per bulan, karyawaan yang bekerja di pengolahan susu diberi gaji 1,4 juta per bulan, dan untuk seorang manajer diberi gaji 3 juta. Karyawan yang bekerja di pengelolaan kandang dibiayai menggunakan omzet yang didapatkan dari kegiatan penjualan susu Eco-Farm
B.7.     Pengelolaan Keuangan

Dalam menjalankan suatu bisnis, uang adalah adalah ujung tombak suatu perusahaan. Oleh sebab itu, pengelolaan uang yang bijak menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan perusahaan. Jika uang tidak dikelola dengan cermat, pemasukan dan pengeluaran tidak akan terkontrol dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan kebangkrutan. Perusahaan harus siap dalam menyiapkan anggaran yang akan digunakan untuk segala hal yang harus dikeluarkan jika ada yang diperlukan. Tanggung jawab pengelolaan keuangan mempengaruhi semua aspek bisnis. Sebuah perusahaan yang melakukan produksi penjualan dengan baik namun memiliki manajemen keuangan yang kurang kompeten, maka akan berdampak buruk bagi perkembangan perusahaan.
            Keuntungan usaha Eco-Farma ini sangat bergantung dengan kegiatan akademik IPB. Hal ini dikarenakan sebagian besar konsumennya adalah mahasiswa-mahasiswi IPB, walaupun ada sebagian konsumen yang berasal dari luar. Jika libur tiba, jumlah permintaan terhadap susu akan menurun dan begitupula sebaliknya.
Susu sapi mentah yang dibeli dari peternak luar memiliki harga Rp. 8000/liter dan dijual di Eco-Farm dengan harga Rp. 9000/liter, sehingga memiliki margin sebesar Rp. 1000/liter. Untuk susu sapi plain memiliki margin Rp. 2000/liter. Jika dilihat secara kuantitatif, keuntungan yang didapatkan usaha Eco-Farm memang kecil, berbeda apabila susu yang diproduksi berasal dari hewan ternak Eco-Farm tersendiri.
Pada dasarnya usaha ini belum berorientasi bisnis. Jadi segala keuntungan yang didapatkan dari penjualan susu Eco-Farm ini hanya digunakan untuk mendanai kegiatan operasional pengolahan susu maupun hewan ternaknya tersendiri. Dimana Eco-Farm ini dapat digunakan sebagai kegiatan akademik yaitu baik penelitian maupun praktikum.
Ketika usaha Eco-Farm ini mendapatkan keuntungan pada saat permintaan naik, maka margin tersebut digunakan untuk menutupi penjualan susu ketika menurun yang biasanya terjadi pada libur semester. Omzet yang didapat yaitu berkisar 800 sampai 1 juta per hari.
            Untuk biaya produksi dijabarkan sebagai berikut:
1.      Harga susu                  : Rp 8.000/liter
2.      Harga plastik               : Rp 6.500/pak
3.      Harga konsentrat         : Rp. 1.500.000
4.      Honor pekerja             : Rp 2000.000/bulan
5.      Harga gula                   : Rp 15.000/kg
6.      Harga perisa                : Rp 7.000/botol
7.      Harga starter               : Rp 1.000/ml
8.      Harga coklat bubuk     : Rp 25.000/box
9.      Harga gas                    : Rp 175.000
10.  Harga aqua                  : Rp 22.000

Keuntungan yang didapat oleh Eco-Farm IPB hingga kini belum stabil sehingga keuntungan belum dapat dibagi-bagi dengan Departemen maupun dengan IPB.

B.8.     Pengelolaan Teknologi dan Informasi
           
Teknologi secara umum ialah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan teknologi informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Melalui teknologi informasi, kita bisa mencari, mengeksplorisasi, mengalanisis, dan saling bertukar informasi secara efisien dan efektif. Teknologi informasi akan memudahkan kita mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman.
Teknologi pengolahan yang digunakan oleh usaha Eco-Farm masih sangat sederhana. Pengolahan susu masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan chiller dan panci tidak menggunakan mesin pasteuriser. Dalam pengemasan pun kebanyakan masih menggunakan plastik dibandingkan menggunakan cup, karena melihat target pasar mahasiswa sehingga menawarkan produk dengan harga lebih murah. Selain itu, produk susu fermentasi Fapet difermentasi dengan menggunakan kultur koleksi bagian THT Fapet IPB. Kultur ini merupakan hasil penelitian yang diintroduksikan langsung dalam bentuk produk Yoghurt Fapet. Kultur yang digunanakan yaitu L. Burgaricus RRM01 dan S. Thermophillus RRM01 dan Bifidobacterium longum RRM01 sebaagi kultur probiotik. Media promosi yang digunakan oleh Eco-Farm sebenarnya tidak ada baik berupa blog ataupun media sosial, karena usaha ini belum berbentuk Satuan Usaha Akademik IPB, masih dibawah naungan Lab. Nutrisi Ternak Perah.

C.        Kesimpulan
Eco-Farm merupakan unit usaha yang berada dibawah naungan Lab. Nutrisi Ternak Perah, Fakultas Peternakan IPB. Usaha Eco-Farm ini bergerak dibidang pengolahan susu sapi dan kambing perah. Produk yang dihasilkan oleh Eco-Farm masih dalam sekala kecil dengan target sasaran pasar yaitu mahasiswa-mahasiswi IPB dan masyarakat sekitar. Orientasi dari usaha ini belum berbentuk bisnis atau Satuan Usaha Akademik (SUA), masih berorientasi pada pendidikan. Oleh karena itu, baik teknologi maupun pengolahan masih sederhana dan tidak mencari keuntungan yang besar. Jadi usaha susu Eco-Farm IPB ini masih bertahan sebagai teaching industry bagi mahasiswa-mahasiswi IPB yang ingin belajar miniatur pengolahan susu baik praktikum, penelitian, maupun magang.

D.        Daftar Pustaka

Analisis Usaha. 2011. http://www.analisausaha.com/analisa-usaha-sapi-perah/ [diunduh 2018 Jun 26]
D-FARM, Pengolahan Susu dan Yoghurt http://bisnis.ipb.ac.id/d-farm-pengolahan-susu-dan-yoghurt/ [diunduh 2018 Jun 26]
Susu Fapet IPB. 2012. http://susufapet.blogspot.com/ [diunduh 2018 Jun 25]
Susu. 2018. https://id.wikipedia.org/wiki/Susu [diunduh 2018 Jun 04]
Teknologi. 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi [diunduh 2018 Jun 04]





   


   



 

No comments:

Post a Comment