TUGAS INDIVIDU
LAPORAN
“KUNJUNGAN
LAPANG (FIELDTRIP) KE UNIT BISNIS”
Matakuliah
Dasar-Dasar Bisnis (AGB111)
Disusun Oleh:
Dita Puspitasari (H54170035)
Nama Dosen:
Dr. Ir. Joko Purwono, MS
FAKULTAS EKONOMI
DAN MANEJEMEN
INSTITUT
PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2018
A.
Profil
Perusahaan
Nama Perusahaan :
Pengolahan Susu Eco-Farm
Produk :
Susu sapi dan kambing perah
Manajer :
Ina Kusminah, S.Pt.
Lokasi :
Fakultas Peternakan IPB
Eco-Farm
merupakan suatu unit usaha yang bergerak di bidang penanganan dan pengolahan
susu segar. Berdirinya Eco-Farm ini dimulai pada tahun 2004 di bawa bimbingan
Prof. Toto Toharmat yang merupakan kepala laboratorium nutrisi ternak perah,
Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Perusahaan ini berlokasi di Unit
Lapang Fakultas Peternakan IPB. Penanggung jawab Eco-Farm dibantu oleh seorang
manajer yang berfungsi menggerakkan bisnis ini, baik produksi, pengolahan,
maupun pakan.
Pada awalnya
tedapat 20 ekor sapi perah yang didapatkan dari bantuan dari bantuan Koperasi
Indonesia (KWI). Produk hasil pengolahan yan dilakukan oleh Eco-Farm adalah
susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, dan puding. Selain bergerak di bidang
komersial, Eco-Farm juga bertindak sebagai lembaga pendidikan. Lembaga
pendidikan ini merupakan lembaga yang memiliki kompetensi dalam bidang
pengembangan sapi perah dan produksi susu segar serta hasil dalam bidang
pengembangan sapi perah dan produksi susu segar serta hasil olahannya. Hal ini bertujuan
dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa IPB khususnya,
maupun masyarakat umum.
B.
Pembahasan
B.1.
Potensi dan peluang bisnis
Ternak
sapi dan kambing perah merupakan salah satu usaha yang sangat potensial. Selain
pemasaran dan perawatan yang mudah, secara ekonomis budidaya sapi perah mampu
menghasilkan keuntungan yang melimpah. Proses perawatan hingga pemasaran susu
sapi ini sudah jelas dan pasti mekanismenya. Selain pengelohan susu, Eco-Farm
ini memiliki potensi dalam pengolahan biogas. Dimana kotoran ternak yang
menumpuk tersebut dapat diolah menjadi biogas maupun pupuk sehingga limbah tersebut
dapat memiliki nilai ekonomis. Selain itu, Eco-Farm memiliki peluang sebagai sentra
edukasi bagi pelajar seperti penelitian, praktikum, maupun magang.
B.2.
Lingkungan Bisnis
Unit
usaha Eco-Farm menggunakan lahan yang berada di kandang Fakultas Peternakan,
IPB Dramaga. Terdapat luas lahan rumput sebesar ± 1 ha yang akan digunakan
sebagai pakan 20 ekor hewan ternak. Hewan ternak ini terdiri dari 4 ekor sapi
perah betina tetapi tidak terdapat pejantan, 9 kambing betina, 1 kambing
pejantan, 2 kambing anak. Pengolahan susu perah dalam bentuk Pabrik (Unit
Pengolahan Susu Fakultas Peternakan IPB) produk olahan susu FAPET yang berada
di Jl. Kayu Manis Laboratorium Lapang A Fakultas Peternakan. Pabrik ini pada
awalnya berupa laboratorium yang kemudian direnovasi menjadi pabrik dari dana
DIPA IPB tahun 2007.
B.3.
Kendala/permasalahan yang dihadapi
Dalam
setiap usaha bisnis pasti memiliki risiko. Begitu pula dengan usaha hewan
ternak Eco-Farm. Adapun beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Eco-Farm dalam
pengelolaan susu sapi dan kambing perah, yaitu:
(1) Produk
susu hewan ternak tidak dapat bertahan
lama dan mudah pecah. Agar produk dapat bertahan lama, diperlukan diversifikasi
olahan. Diversifikasi olahan yang dibuat oleh Eco-Farm diantaranya seperti
yoghurt dan kefir yang memiliki tingkat ketahanan yang lebih lama.
(2) Kendala
yang dihadapi pada produksi sapi perah yaitu pejantannya tidak ada, sehingga
kelangsungan hidup sapi perah semakin menurun dan berkurang. Hal ini berdampak
pada produksi susu, sehingga untuk mengatasi hal tersebut, Eco-Farm memutuskan
untuk mengambil persediaan susu dari peternak luar.
(3) Beberapa
penyakit dapat menyerang sapi perah dan mempengaruhi produktivitas serta
kualitas susu yang dihasilkan. Hal tersebut sangat
ditakuti para peternak pada umumnya, karena dapat menurukan produktivitas susu
dan bahkan mengakibatkan kematian pada hewan ternak. Untuk mengantisipasi
masalah tersebut, diperlukan ketersediaan obat-obatan hewan yang memadai dan
pengecekan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan sebagai sarana optimasi
kesehatan hewan melalui pencegahan dan pengobatan penyakit.
(4) Keadaan
cuaca dan iklim yang berubah-ubah dan sulit diprediksi. Hal ini sangat berpengaruh
terhadap hewan ternak maupun pakan. Ketika musim kemarau maka pertumbuhan
rumput gajah akan berkurang sehingga akan terjadi keterbatasan dalam pemberian
pakan kepada hewan ternak. Beberapa ahli mempelajari pengaruh iklim terhadap
objek yang spesifik, di antaranya iklim berpengaruh terhadap bentuk tubuh
(Hukum Bergmann), insulasi pelindung atau kulit dan bulu (Hukum Wilson), warna
(Hukum Gloger), tubuh bagian dalam/internal (Hukum Claude Bernard), dan
kesehatan dan produksi ternak. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi hal
tersebut ialah menyediakan persedian pakan sebelum musim kemarau tiba.
(5) Modal
untuk usaha ini hanya berasal dari Eco-Farm sendiri tanpa bantuan dari pihak
departemen ataupun fakultas. Segala kegiatan operasional baik itu pemeliharaan,
pemberian pakan, dan pengelolaan hewan ternak, modalnya didanai dari hasil
penjualan susu Eco-Farm. Oleh karena itu, Eco-Farm harus melakukan strategi usaha
yang baik agar mendapatkan pendapatan yang cukup demi kelangsungan usaha ini.
(6) Risiko
terakhir yang sering dihadapi oleh suatu usaha biasanya ialah risiko produk
tidak terjual. Hal ini biasanya terjadi apabila hari libur ataupun pada saat
bulan ramadhan. Untuk mengatasi hal tersebut, Eco-Farm akan menutupi kerugian
dari penjualan tersebut dengan margin yang diperoleh ketika permintaan terhadap
susu meningkat.
B.4. Pengelolaan
Produksi
Produksi merupakan segala
kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang membtuhkan faktor-faktor
produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, dan skills (organizational,
managerian, and technical skills). Kegiatan produksi ini menciptakan atau
membuat sebuah benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Kebutuhan manusia merupakan
Pada awalnya persediaan susu diambil langsung dari
hewan ternak perah Fapet IPB. Namun seiring berjalannya waktu, kini persediaan susu
sapi diambil dari Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (Kunak), Leuwiliang Bogor. Untuk
produk susu kambing diambil dari peternakan Eco-Farm tersendiri. Permintaan
terhadap susu kambing bervariasi bisa 30 liter ataupun lebih. Produksi
pembuatan susu kambing Eco-Farm tergantung permintaan Pada hari biasa stok susu
biasanya kisaran 100-200 liter, namun pada hari libur atau bulan ramadhan
biasanya hanya sekitar 60 liter. Susu dimasukkan ke dalam milk can yang terbuat dari aluminium dan selanjutnya diangkut ke
dalam mobil bak terbuka. Selanjutnya susu dikirimkan ke pabrik produksi di
Fapet IPB, biasanya proses pengiriman hanya memakan waktu 3 menit jika kondisi
lalu lintas lancar. Setelah itu, susu akan diuji alkohol serta diuji sampel mikrobiologi.
Jika teruji bagus, lanjut ke tahap selanjutnya yaitu pra-pasteuriser yaitu
memanaskan susu sebelum masuk ke dalam mesin pasteuriser. Jika sudah
dipanaskan, susu dimasukkan ke dalam panci untuk proses pasteuriser.
Setelah dari dipasteuriser, susu
didinginkan terlebih dahulu. Setelah dingin, susu dimasukkan ke dalam mesin
pengemasan dalam bentuk cup. Susu-susu
tadi didinginkan sementara di dalam lemari pendingin. Jika proses produksi
sudah selesai, susu-susu dibawa ke outlet
Fapet, disanalah penyimpanan susu terakhir.
Produk reguler yang diproduksi oleh
susu Fapet IPB saat ini yaitu susu pasteurisasi, yoghurt, puding susu, dan es
susu. Namun mereka juga dapat memproduksi produk non-reguler yang hanya dibuat
ketika adanya permintaan produk seperti mentega, es krim, susu kental manis,
karamel, dodol, kerupuk susu, dan susu evaporasi.
B.5. Pengelolaan
Pemasaran
Pemasaran
adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan dalam
upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya, dimana mereka harus
memuaskan kebutuhan konsumennya. Jika ingin berhasil di dunia bisnis, para
pemasar harus berupaya untuk menentukan kebutuhan konsumen dengan cara
menganalisis pasar.
Begitu
juga dengan susu Fapet IPB, mereka melakukan kegiatan pemasaran untuk menarik
pembeli. Namun pada dasarnya usaha ini belum berbentuk Satuan Usaha Akademik
(SUA), usaha ini masih berorientasi pada pendidikan, sehingga pendapatan yang
didapatkan digunakan untuk kegiatan operasional hewan ternak. Produk dari susu
Fapet IPB dipasarkan dari mulut ke mulut. Dahulu susu Fapet IPB mempunya blog
yang dapat diakses oleh pengguna internet untuk lebih mengetahui tentang produk
yang ditawarkan oleh susu Fapet IPB.
Susu
Fapet IPB menjual produk mereka dengan harga yang bervariasi. Berikut daftar
harga produk yang ditawarkan:
1.
Susu sapi mentah : Rp. 9.000/liter
2. Susu
kmabing mentah :
Rp. 35.000/liter
3. Yoghurt plain :
Rp 30.000/liter
4. Youghurt kemasan
plastik (20 buah) : Rp. 17.000/kemasan
5. Yoghurt
cup :
Rp 7.000/cup
6. Susu
pasteurized plain :
Rp 10.000/liter
7.
Susu pasteurized
rasa : Rp
4.000/250 mililiter
Bila
pembelian susu pasteurized plain
dalam jumlah banyak, Eco-Farm akan menjual produk tersebut lebih murah yaitu
seharga Rp 9.000/liter.
B.6. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Secara umum,
pengertian sumberdaya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumberdaya
manusia secara makro dan mikro. Pengertian sumberdaya manusia makro adalah
jumlah penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian
sumberdaya manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada
sebuah institusi.
Pengolahan
susu Eco-Farm ini diketuai oleh Prof. Toto Toharmat dan dimanajeri oleh Ina
Kusminah, S.Pt yang merupakan alumni dari peternakan IPB. Adapun terdapat 4
orang karyawan yang turut membantu dalam kegiatan operasional Eco-Farm yang
membidangi tugasnya masing-masing, diantaranya yaitu: satu orang mengelola
kambing perah, satu orang lagi mengelola sapi perah, dan dua orang perempuan
memegang di divisi pengolahan susu.
Adapun
gaji yang diterima oleh para pegawai, diantaranya: dua orang karyawan yang
bekerja di pengelolaan kandang diberi gaji 1 juta per bulan, karyawaan yang
bekerja di pengolahan susu diberi gaji 1,4 juta per bulan, dan untuk seorang
manajer diberi gaji 3 juta. Karyawan yang bekerja di pengelolaan kandang
dibiayai menggunakan omzet yang didapatkan dari kegiatan penjualan susu
Eco-Farm
B.7. Pengelolaan Keuangan
Dalam
menjalankan suatu bisnis, uang adalah adalah ujung tombak suatu perusahaan.
Oleh sebab itu, pengelolaan uang yang bijak menjadi hal yang sangat penting
demi kelangsungan perusahaan. Jika uang tidak dikelola dengan cermat, pemasukan
dan pengeluaran tidak akan terkontrol dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan
kebangkrutan. Perusahaan harus siap
dalam menyiapkan anggaran yang akan digunakan untuk segala hal yang harus
dikeluarkan jika ada yang diperlukan. Tanggung jawab pengelolaan keuangan
mempengaruhi semua aspek bisnis. Sebuah perusahaan yang melakukan produksi penjualan
dengan baik namun memiliki manajemen keuangan yang kurang kompeten, maka akan
berdampak buruk bagi perkembangan perusahaan.
Keuntungan usaha Eco-Farma ini
sangat bergantung dengan kegiatan akademik IPB. Hal ini dikarenakan sebagian
besar konsumennya adalah mahasiswa-mahasiswi IPB, walaupun ada sebagian
konsumen yang berasal dari luar. Jika libur tiba, jumlah permintaan terhadap
susu akan menurun dan begitupula sebaliknya.
Susu sapi mentah
yang dibeli dari peternak luar memiliki harga Rp. 8000/liter dan dijual di
Eco-Farm dengan harga Rp. 9000/liter, sehingga memiliki margin sebesar Rp.
1000/liter. Untuk susu sapi plain
memiliki margin Rp. 2000/liter. Jika dilihat secara kuantitatif, keuntungan
yang didapatkan usaha Eco-Farm
memang kecil, berbeda apabila susu yang diproduksi berasal dari hewan ternak
Eco-Farm tersendiri.
Pada dasarnya usaha ini belum berorientasi bisnis. Jadi
segala keuntungan yang didapatkan dari penjualan susu Eco-Farm ini hanya
digunakan untuk mendanai kegiatan operasional pengolahan susu maupun hewan
ternaknya tersendiri. Dimana Eco-Farm ini dapat digunakan sebagai kegiatan
akademik yaitu baik penelitian maupun praktikum.
Ketika usaha Eco-Farm ini mendapatkan keuntungan pada
saat permintaan naik, maka margin tersebut digunakan untuk menutupi penjualan
susu ketika menurun yang biasanya terjadi pada libur semester. Omzet yang
didapat yaitu berkisar 800 sampai 1 juta per hari.
Untuk
biaya produksi dijabarkan sebagai berikut:
1. Harga susu : Rp 8.000/liter
2. Harga plastik : Rp 6.500/pak
3. Harga konsentrat : Rp. 1.500.000
4. Honor pekerja : Rp 2000.000/bulan
5. Harga gula : Rp 15.000/kg
6. Harga perisa : Rp 7.000/botol
7. Harga starter : Rp 1.000/ml
8. Harga coklat bubuk : Rp 25.000/box
9. Harga gas : Rp 175.000
10. Harga aqua : Rp 22.000
Keuntungan yang didapat
oleh Eco-Farm IPB hingga kini belum stabil sehingga keuntungan belum dapat
dibagi-bagi dengan Departemen maupun dengan IPB.
B.8. Pengelolaan Teknologi dan Informasi
Teknologi secara umum ialah keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia. Sedangkan teknologi informasi adalah fasilitas-fasilitas yang
terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan
meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat
dan berkualitas. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan
proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Melalui teknologi informasi, kita bisa mencari, mengeksplorisasi, mengalanisis,
dan saling bertukar informasi secara efisien dan efektif. Teknologi informasi
akan memudahkan kita mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman.
Teknologi pengolahan yang digunakan oleh usaha Eco-Farm
masih sangat sederhana. Pengolahan susu masih dilakukan secara manual yaitu
menggunakan chiller dan panci tidak
menggunakan mesin pasteuriser. Dalam pengemasan pun kebanyakan masih
menggunakan plastik dibandingkan menggunakan cup, karena melihat target pasar mahasiswa sehingga menawarkan
produk dengan harga lebih murah. Selain itu, produk susu fermentasi Fapet
difermentasi dengan menggunakan kultur koleksi bagian THT Fapet IPB. Kultur ini
merupakan hasil penelitian yang diintroduksikan langsung dalam bentuk produk
Yoghurt Fapet. Kultur yang digunanakan yaitu L. Burgaricus RRM01 dan S. Thermophillus RRM01 dan Bifidobacterium
longum RRM01 sebaagi kultur probiotik. Media promosi yang digunakan oleh
Eco-Farm sebenarnya tidak ada baik berupa blog ataupun media sosial, karena
usaha ini belum berbentuk Satuan Usaha Akademik IPB, masih dibawah naungan Lab.
Nutrisi Ternak Perah.
C. Kesimpulan
Eco-Farm merupakan unit usaha yang berada dibawah
naungan Lab. Nutrisi Ternak Perah, Fakultas Peternakan IPB. Usaha Eco-Farm ini
bergerak dibidang pengolahan susu sapi dan kambing perah. Produk yang
dihasilkan oleh Eco-Farm masih dalam sekala kecil dengan target sasaran pasar
yaitu mahasiswa-mahasiswi IPB dan masyarakat sekitar. Orientasi dari usaha ini
belum berbentuk bisnis atau Satuan Usaha Akademik (SUA), masih berorientasi
pada pendidikan. Oleh karena itu, baik teknologi maupun pengolahan masih
sederhana dan tidak mencari keuntungan yang besar. Jadi usaha susu Eco-Farm IPB
ini masih bertahan sebagai teaching
industry bagi mahasiswa-mahasiswi IPB yang ingin belajar miniatur
pengolahan susu baik praktikum, penelitian, maupun magang.
D. Daftar Pustaka
Analisis Usaha. 2011. http://www.analisausaha.com/analisa-usaha-sapi-perah/
[diunduh 2018 Jun 26]
D-FARM, Pengolahan Susu dan Yoghurt http://bisnis.ipb.ac.id/d-farm-pengolahan-susu-dan-yoghurt/
[diunduh 2018 Jun 26]
Susu Fapet IPB. 2012. http://susufapet.blogspot.com/
[diunduh 2018 Jun 25]
Susu. 2018. https://id.wikipedia.org/wiki/Susu
[diunduh 2018 Jun 04]
Teknologi. 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
[diunduh 2018 Jun 04]
No comments:
Post a Comment