MK Sosiologi Umum Rabu,
15 November 2017
Praktikum ke-9 RK TL 2.03
“SISTEM STATUS DAN PELAPISAN MASYARAKAT SISTEM STATUS YANG BERUBAH”
Oleh: W.F. Wertheim
“Sang Pemimpi”
Oleh: Andrea Hirata
Nama: Dita Puspitasari
NIM: H54170035
Asisten Praktikum:
Fachrina Noor Fauziah/I34150007
Sri
Rezeki/I34150053
Resume I
Pelapisan masyarakat kolonial menurut garis ras, yang
lazim terdapat di Jawa, mulai meluas ke pulau-pulau seberang. Dimana uanglah
terutama yang melakukan pendobrakkan terhadap sistem asli yang lama. Kesejahteraan
materi, pendidikan, serta pengetahuan bahasa telah menjadi ukuran utama dalam
menentukan prestise kemasyarakatan.
Orang-orang yang umumnya mendapatkan pendidikan pertanian
atau pendidikan teknis cenderung memiliki prestise yang lebih tinggi. Dalam
masyarakat Indonesia, nilai tinggi diberikan kepada orang-orang intelek dimana
jumlahnya yang sedikit dalam kemahiran baca-tulis sehingga mereka menerima
pendapatan yang relatif tinggi. Dengan terciptanya suatu kelas baru akibat
adanya pendidikan, dibutuhkan perantara ijazah sebagai pengakuan resmi untuk
naik dalam tingkat sosial.
Ketika pembatas
ras semakin hilang, ketegangan semakin bertambah. Dimana rata-rata pendapatan tertinggi
adalah orang Eropa, lalu Cina, dan Indonesia yang paling rendah. Akibat
kesempatan kerja yang lebih sedikit dari pada lamaran yang ada, maka kaum
borjuis bersatu untuk mencapai solidaritas kelompok. Kini orang Cina tidak lagi
memegang monopoli dalam dunia perdagangan. Para cendikiawan Cina mulai bersaing
dengan pribumi untuk memperoleh jabatan tertinggi dalam pemerintahan.
Analisis I
1. Dimensi yang
medasari pelapisan masyarakat
a. Dasar Stratifikasi Sosial
Ø Ukuran Kekayaan : Dilihat dari rata-rata pendapatan,
orang Eropa adalah
yang tertinggi, orang Cina di
tengah-tengah, dan orang Indonesia yang paling rendah.
Ø Ukuran kekuasaan : Dalam dunia perdagangan orang Cina
memiliki kekuasaan lebih besar sedangkan dalam dunia pemerintahan Orang Eropa
lebih dominan.
Ø Ukuran kehormatan : Para cendekiawan, para pemimpin agama
dan pemuka-pemuka tradisional merupakan lapisan atas karena disegani dan
dihormati sedangkan golongan masyarakat biasa merupakan lapisan rendah yang
cenderung kurang dihargai.
Ø Ukuran ilmu pengetahuan : Orang yang mendapat pendidikan dan
bersifat intelek memperoleh pendapatan yang relatif tinggi, orang yang memiliki
pengetahuan bahasa Belanda memperoleh jabatan yang tidak dapat dicapai
kebanyakan orang.
b. Sifat sistem stratifikasi sosial
Pada bacaan ini sistem stratifikasi
sosialnya terbuka, karena dalam usaha memperoleh kedudukan dalam masyarakat,
orang-orang pribumi berusaha sendiri yaitu melalui proses pendidikan.
2. Perbandingan
sistem pelapisan masyarakat
Pada bacaan,
sistem pelapisan masyarakat pada mulanya berbentuk hierarki. Dimulai dari
golongan atas yang mendapatkan rata-rata pendapatan tertinggi, yaitu para
bangsa Eropa, lalu Cina berada dipertengahan, dan yang terakhir bangsa
Indonesia sendiri. Namun lambat laun, akhirnya orang-orang yang dihormati dan
disegani itu dilihat dari pendidikan mereka. Sehingga kini yang mengisi lapisan
atas dapat berasal dari berbagai kalangan. Sedangkan yang terdapat dalam film,
sistem pelapisan masyarakat didasarkan pada ukuran ekonomi masyarakat. Dimana orang yang disegani ialah orang yang memiliki
kekayaan. Seorang pejabat yang memiliki perusahaan PN timah lebih dihargai
dibandingkan yang bekerja sebagai buruh.
3.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial
Ø Mobilitas horizontal : Terjadi pada peralihan status orang pribumi
dari petani kecil menjadi pedagang kecil. Dimana status petani kecil dan
pedagang kecil sama atau sederajat.
Ø Mobilitas vertikal
-
Vertikal naik : Orang-orang Indonesia mulai
menduduki jabatan-jabatan yang tadinya merupakan hak istimewa orang Eropa,
dimana asalnya orang pibumi hanya menduduki jabatan lapisan bawah namun karena
pendidikan yang dimiliki orang pribumi dapat bersaing dengan bangsa asing dan
menduduki lapisan atas.
-
Vertikal turun : Menurunnya derajat orang-orang Cina ke
tingkat proletar, dikarenakan para importir Jawa berusaha menghilangkan
perdagangan perantara Cina. Orang Cina tidak lagi memegang monopoli dalam
lapangan perdagangan, hal ini dikarenakan pedagang-pedagang Indonesia yang
jumlahnya semakin besar.
Resume II
Ikal, Arai, dan Jimbron adalah anak Melayu. Mereka menjalin
persahabatan dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Mangar. Arai
adalah anak sebatang kara, oleh karena itu semenjak SD ia diasuh oleh kedua
orang tua Ikal. Mereka terkenal selalu membuat tingkah aneh disekolah. Namun
mereka mereka memiliki tujuan dan mimpi yang besar yaitu pergi ke Perancis
untuk belajar bersama dan menjelajahi Eropa serta Afrika. Bukan dilihat dari
seberapa besar mimpi kita, tetapi dilihat dari seberapa besar usaha kita untuk
mencapai mimpi tersebut.
Dengan modal tekad dan tabungan yang telah Ikal dan Arai
kumpulkan, setelah tamat SMA mereka membulatkan tekad untuk melanjutkan kuliah
ke Universitas Indonesia. Jimbron tidak ikut merantau ke Jawa untuk melanjutkan
kuliah layaknya mereka, karena ia telah bekerja di tempat Capo. Ia hanya
memberi kenangan sebuah celengan kuda untuk mereka. Beberapa tahun berlalu di
UI, Ikal lulus sebagai seorang sarjana ekonomi, sedangkan Arai sebagai sarjana
biologi. Berbulan-bulan menganggur di Bogor, akhirnya Ikal bekerja di kantor
pos. Arai mencari peluang untuk melanjutkan mimpinya. Sesungguhnya Arai telah
membekali Ikal untuk terus percaya pada mimpinya.
Bermimpi adalah sesuatu yang indah dan yakinlah nasib
akan mempertemukan kita lagi. Setelah sekian lama Arai dan Ikal tidak bertemu,
akhirnya mereka di pertemukan kembali dan keduanya berhasil mendapatkan
beasiswa ke Perancis.
Analisis II
1. Dimensi yang
mendasari pelapisan masyarakat
a. Dasar Stratifikasi Sosial
Ø Ukuran kekayaan : Para pejabat yang memiliki kekayaan
seperti perusahaan PN timah lebih dihargai dan dihormati oleh masyarakat
Ø Ukuran kekuasaan : Jabatan atas PN timah dikuasai oleh
bangsa asing sedangkan orang pribumi hanya menonton atau bahkan hanya sebagai
kuli
Ø Ukuran kehormatan : Pak Baria sebagai guru sastra dihormati
oleh seluruh siswa karena ia berjasa memberikan ilmu serta motivasi-motivasi
yang inspiratif untuk menggapai impian.
Ø Ukuran ilmu pengetahuan : Orang menempuh pendidikan lebih tinggi
lebih dihargai oleh masyarakat. Seperti keinginan Arai dan Ikal untuk
melanjutkan S2 ke Perancis.
b. Sifat sistem stratifikasi sosial
Pada teks ini,
sistem stratifikasi sosial yang terbentuk ialah terbuka, karena tiap masyarakat
memiliki kesempatan untuk berpindah tingkatan masyarakat yang ditempuh melalui
usaha sendiri yaitu dengan proses pendidikan.
3.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial
Ø Mobilitas horizontal : Ketika Ikal, Arai, dan Jimbron masih duduk
dibangku SMA mereka mencari pekerjaan tambahan sebagai kuli angkut, berjualan,
ataupun pekerjaan kecil lainnya. Perpindahan pekerjaan tersebut masih berada
dalam lapisan yang sama yaitu lapisan bawah.
Ø Mobilitas vertikal
-
Vertikal naik : Ikal dan Arai yang dahulunya hanya
sebagai seorang siswa SMA lalu mereka menempuh pendidikan perguruan tinggi dan
menjadi mahasiswa. Ikal yang dahulunya hanya menganggur dan menunggu
mendapatkan pekerjaan, akhirnya ia diterima bekerja sebagai kurir di kantor
pos.
-
Vertikal turun : Ketika ayah Ikal yang mulanya bekerja
sebagai penyekop di tempat pencucian timah lalu kehilangan pekerjaan karena
perusahaan tersebut telah gulung tikar.
No comments:
Post a Comment