Friday, August 3, 2018

Tugas Praktikum Ke-9 Sosiologi Umum PPKU IPB


MK Sosiologi Umum                                                   Rabu, 15 November 2017
Praktikum ke-9                                                                        RK TL 2.03

“SISTEM STATUS DAN PELAPISAN MASYARAKAT SISTEM STATUS YANG BERUBAH”
Oleh: W.F. Wertheim

“Sang Pemimpi”
Oleh: Andrea Hirata

Nama: Dita Puspitasari
NIM: H54170035

Asisten Praktikum:
Fachrina Noor Fauziah/I34150007
                                                 Sri Rezeki/I34150053

Resume I
Pelapisan masyarakat kolonial menurut garis ras, yang lazim terdapat di Jawa, mulai meluas ke pulau-pulau seberang. Dimana uanglah terutama yang melakukan pendobrakkan terhadap sistem asli yang lama. Kesejahteraan materi, pendidikan, serta pengetahuan bahasa telah menjadi ukuran utama dalam menentukan prestise kemasyarakatan.
Orang-orang yang umumnya mendapatkan pendidikan pertanian atau pendidikan teknis cenderung memiliki prestise yang lebih tinggi. Dalam masyarakat Indonesia, nilai tinggi diberikan kepada orang-orang intelek dimana jumlahnya yang sedikit dalam kemahiran baca-tulis sehingga mereka menerima pendapatan yang relatif tinggi. Dengan terciptanya suatu kelas baru akibat adanya pendidikan, dibutuhkan perantara ijazah sebagai pengakuan resmi untuk naik dalam tingkat sosial.
 Ketika pembatas ras semakin hilang, ketegangan semakin bertambah. Dimana rata-rata pendapatan tertinggi adalah orang Eropa, lalu Cina, dan Indonesia yang paling rendah. Akibat kesempatan kerja yang lebih sedikit dari pada lamaran yang ada, maka kaum borjuis bersatu untuk mencapai solidaritas kelompok. Kini orang Cina tidak lagi memegang monopoli dalam dunia perdagangan. Para cendikiawan Cina mulai bersaing dengan pribumi untuk memperoleh jabatan tertinggi dalam pemerintahan.

Analisis I
1. Dimensi yang medasari pelapisan masyarakat
a.       Dasar Stratifikasi Sosial
Ø  Ukuran Kekayaan         : Dilihat dari rata-rata pendapatan, orang Eropa adalah
yang tertinggi, orang Cina di tengah-tengah, dan orang Indonesia yang paling rendah.
Ø  Ukuran kekuasaan        : Dalam dunia perdagangan orang Cina memiliki kekuasaan lebih besar sedangkan dalam dunia pemerintahan Orang Eropa lebih dominan.
Ø  Ukuran kehormatan      : Para cendekiawan, para pemimpin agama dan pemuka-pemuka tradisional merupakan lapisan atas karena disegani dan dihormati sedangkan golongan masyarakat biasa merupakan lapisan rendah yang cenderung kurang dihargai.
Ø  Ukuran ilmu pengetahuan         : Orang yang mendapat pendidikan dan bersifat intelek memperoleh pendapatan yang relatif tinggi, orang yang memiliki pengetahuan bahasa Belanda memperoleh jabatan yang tidak dapat dicapai kebanyakan orang.
b.      Sifat sistem stratifikasi sosial
Pada bacaan ini sistem stratifikasi sosialnya terbuka, karena dalam usaha memperoleh kedudukan dalam masyarakat, orang-orang pribumi berusaha sendiri yaitu melalui proses pendidikan.
2. Perbandingan sistem pelapisan masyarakat
Pada bacaan, sistem pelapisan masyarakat pada mulanya berbentuk hierarki. Dimulai dari golongan atas yang mendapatkan rata-rata pendapatan tertinggi, yaitu para bangsa Eropa, lalu Cina berada dipertengahan, dan yang terakhir bangsa Indonesia sendiri. Namun lambat laun, akhirnya orang-orang yang dihormati dan disegani itu dilihat dari pendidikan mereka. Sehingga kini yang mengisi lapisan atas dapat berasal dari berbagai kalangan. Sedangkan yang terdapat dalam film, sistem pelapisan masyarakat didasarkan pada ukuran ekonomi masyarakat. Dimana orang yang disegani ialah orang yang memiliki kekayaan. Seorang pejabat yang memiliki perusahaan PN timah lebih dihargai dibandingkan yang bekerja sebagai buruh.
3. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial
Ø  Mobilitas horizontal   : Terjadi pada peralihan status orang pribumi dari petani kecil menjadi pedagang kecil. Dimana status petani kecil dan pedagang kecil sama atau sederajat.
Ø  Mobilitas vertikal      
-          Vertikal naik          : Orang-orang Indonesia mulai menduduki jabatan-jabatan yang tadinya merupakan hak istimewa orang Eropa, dimana asalnya orang pibumi hanya menduduki jabatan lapisan bawah namun karena pendidikan yang dimiliki orang pribumi dapat bersaing dengan bangsa asing dan menduduki lapisan atas.
-          Vertikal turun        : Menurunnya derajat orang-orang Cina ke tingkat proletar, dikarenakan para importir Jawa berusaha menghilangkan perdagangan perantara Cina. Orang Cina tidak lagi memegang monopoli dalam lapangan perdagangan, hal ini dikarenakan pedagang-pedagang Indonesia yang jumlahnya semakin besar.

Resume II
Ikal, Arai, dan Jimbron adalah anak Melayu. Mereka menjalin persahabatan dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Mangar. Arai adalah anak sebatang kara, oleh karena itu semenjak SD ia diasuh oleh kedua orang tua Ikal. Mereka terkenal selalu membuat tingkah aneh disekolah. Namun mereka mereka memiliki tujuan dan mimpi yang besar yaitu pergi ke Perancis untuk belajar bersama dan menjelajahi Eropa serta Afrika. Bukan dilihat dari seberapa besar mimpi kita, tetapi dilihat dari seberapa besar usaha kita untuk mencapai mimpi tersebut.
Dengan modal tekad dan tabungan yang telah Ikal dan Arai kumpulkan, setelah tamat SMA mereka membulatkan tekad untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia. Jimbron tidak ikut merantau ke Jawa untuk melanjutkan kuliah layaknya mereka, karena ia telah bekerja di tempat Capo. Ia hanya memberi kenangan sebuah celengan kuda untuk mereka. Beberapa tahun berlalu di UI, Ikal lulus sebagai seorang sarjana ekonomi, sedangkan Arai sebagai sarjana biologi. Berbulan-bulan menganggur di Bogor, akhirnya Ikal bekerja di kantor pos. Arai mencari peluang untuk melanjutkan mimpinya. Sesungguhnya Arai telah membekali Ikal untuk terus percaya pada mimpinya.
Bermimpi adalah sesuatu yang indah dan yakinlah nasib akan mempertemukan kita lagi. Setelah sekian lama Arai dan Ikal tidak bertemu, akhirnya mereka di pertemukan kembali dan keduanya berhasil mendapatkan beasiswa ke Perancis.

Analisis II
1. Dimensi yang mendasari pelapisan masyarakat
a.       Dasar Stratifikasi Sosial
Ø  Ukuran kekayaan          : Para pejabat yang memiliki kekayaan seperti perusahaan PN timah lebih dihargai dan dihormati oleh masyarakat
Ø  Ukuran kekuasaan        : Jabatan atas PN timah dikuasai oleh bangsa asing sedangkan orang pribumi hanya menonton atau bahkan hanya sebagai kuli
Ø  Ukuran kehormatan      : Pak Baria sebagai guru sastra dihormati oleh seluruh siswa karena ia berjasa memberikan ilmu serta motivasi-motivasi yang inspiratif untuk menggapai impian.
Ø  Ukuran ilmu pengetahuan         : Orang menempuh pendidikan lebih tinggi lebih dihargai oleh masyarakat. Seperti keinginan Arai dan Ikal untuk melanjutkan S2 ke Perancis.
b.      Sifat sistem stratifikasi sosial
Pada teks ini, sistem stratifikasi sosial yang terbentuk ialah terbuka, karena tiap masyarakat memiliki kesempatan untuk berpindah tingkatan masyarakat yang ditempuh melalui usaha sendiri yaitu dengan proses pendidikan.
3. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial
Ø  Mobilitas horizontal   : Ketika Ikal, Arai, dan Jimbron masih duduk dibangku SMA mereka mencari pekerjaan tambahan sebagai kuli angkut, berjualan, ataupun pekerjaan kecil lainnya. Perpindahan pekerjaan tersebut masih berada dalam lapisan yang sama yaitu lapisan bawah.
Ø  Mobilitas vertikal      
-          Vertikal naik          : Ikal dan Arai yang dahulunya hanya sebagai seorang siswa SMA lalu mereka menempuh pendidikan perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa. Ikal yang dahulunya hanya menganggur dan menunggu mendapatkan pekerjaan, akhirnya ia diterima bekerja sebagai kurir di kantor pos.
-          Vertikal turun        : Ketika ayah Ikal yang mulanya bekerja sebagai penyekop di tempat pencucian timah lalu kehilangan pekerjaan karena perusahaan tersebut telah gulung tikar.

No comments:

Post a Comment