Eksplor Si Kota Nanas
Setiap daerah memiliki kisah dan keunikan
tersendiri bagi para penduduknya, tidak terkecuali dengan Kota Subang. Disanalah
saya berasal, dibesarkan, dan dididik oleh kedua orang tua saya. Kabupaten
Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat,
Indonesia. Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa
di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara,
Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten
Karawang di barat. Kota yang terkenal dengan ikon buah nanas ini, merupakan
salah satu kota yang sering dilalui oleh para pemudik, terlebih lagi ketika lebaran tiba jalan disekitar kota ini
akan sangat ramai. Kota ini akan dipadati dengan kendaran bermotor yang memiliki plat nomor beragam. Namun,
setelah dibangunnya Tol Cipali, kota ini tidak terlalu ramai oleh para pemudik
ketika lebaran tiba.
Subang terkenal dengan julukan kota nanas,
tak heran jika penjual nanas bertebaran di sepanjang jalan Kota Subang. Sejak
dulu, nanas madu sudah menjadi komoditas utama bagi kota Subang. Bahkan, produk
yang dihasilkan oleh kota ini sudah sangat terkenal di seluruh pelosok
Indonesia. Selain identik dengan nanas, Subang punya lokasi wisata yang sangat banyak.
Di antara hijaunya perkebunan teh, dibagian Selatan Kabupaten Subang memiliki
sumber mata air panas yang terus mengalir di daerah Ciater. Sari Ater merupakan
tujuan wisata yang sangat terkenal dan ramai pada saat liburan terutama pada
saat liburan Hari Raya Lebaran. Disana pengunjung akan dimanjakan dengan kolam
pemandian air panas, tempat Spa, dan udaranya yang sejuk. Sebenarnya wilayah
Subang ini memiliki udara setengah dingin dan setengah panas. Wilayah Subang
yang berbatasan dengan Bandung memiliki udara yang dingin dan sejuk, sebaliknya
wilayah pusat kota hingga jalur pantura memiliki iklim yang panas.
Di daerah dataran tinggi kota ini, banyak
terdapat wisata alam curug, salah satu curug yang terkenal dan sedang hits di
sosial media yaitu Curug Cibareubeuy. Tempatnya memiliki spot foto yang unik,
keren, dan Instagramable. Curug Cibareubeuy sudah dikenal oleh para traveler
sejak lama. Letaknya yang cukup tersembunyi, tidak membuatnya sepi pengunjung. Alamnya
yang indah dan sejuk, membuat banyak pengunjung yang berasal dari luar kota pun
datang kesana. Untuk melihat keindahan
Curug Cibareubeuy, pengunjung harus berjalan lagi melewati rute persawahan.
Selain itu rutenya cukup mudah dilalui karena jalan pematang sawahnya sudah ditandai
dengan susunan batu. Dibagian dataran rendah terdapat tempat wisata bahari yang
tak kalah menarik yaitu Pantai Kelapa Patimban yang terletak di Kecamatan
Pusakanagara, Kabupaten Subang. Karena di sepanjang pesisir pantai ini banyak
tumbuh deretan pohon kelapa, masyarakat sekitar banyak yang menyebut tempat ini
dengan sebutan Pantai Kelapa. Pada saat libur panjang tiba dan saat liburan
akhir pekan, Pantai Kalapa Patimban ini banyak sekali didatangi oleh para
pengunjung, bukan hanya dari wilayah Subang, namun mereka juga datang dari luar
daerah. Bicara mengenai potensi pariwisata di Subang memang tak akan ada
habisnya, seperti Tangkuban Perahu, Capolaga, Penangkaran Buaya Blanakan, Curug
Cijalu, dan masih banyak lagi.
Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan
Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Namun di pesisir utara penduduknya menggunakan Bahasa Jawa Dialek
Cirebon (Dermayon). Walaupun bahasa sehari-hari yang digunakan dengan pesisir utara
sedikit berbeda, Warga Subang tetap bersatu dam gotong royong.
Kota ini kaya akan seni dan budaya.
Sisingaan yang telah menjadi salah satu ikon seni Jawa Barat berasal dari sini.
Kesenian Sisingaan ini umumnya
ditampilkan pada siang hari dengan berkeliling kampung pada saat ada acara
khitanan, menyambut tamu agung, pesta pernikahan, dan lain sebagainya. telah mengangkat dan mengharumkan nama
Kabupaten Subang, bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga telah dikenal di
dunia internasional. Alat musik
toleat yang telah menambah khasanah musik sunda juga berasal dari Subang.
Prestasi seni anak muda Subang sangat diperhitungkan di Jawa Barat. Di kota ini
seni budaya masyarakat pantura yang dinamis dapat berpadu dengan seni budaya
sunda yang begitu halus.
Toleat adalah alat musik khas Subang, Jawa
Barat. Alat musik yang terbuat dari bambu ini bentuknya meyerupai suling namun
suaranya menyerupai saxophone. Alat musik ini kerap dikolaborasikan baik dengan
alat musik tradisional lainnya maupun dengan alat musik modern. Pada saat hari
jadi Kota Subang yang ke-67 pemerintah kabupaten mengajak 1250 orang yang
mayoritas adalah pelajar termasuk saya, ikut meniup toleat pada malam HUT Kab. Subang yang
ke-67 sebagai pemecahan rekor MURI.
Sudah sepantasnya sebagai bagian dari
Kabupaten Subang saya merasa bangga dan cinta kepada tanah kelahiran saya. Tempat
saya mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas. Tempat dimana semua
cerita terukir. Keindahan alam yang memanjakan mata, lampion-lampion yang
menyala ketika malam tiba, padatnya kendaraan ketika pabrik bubar, ramainya pedagang
di pasar minggu, berlari di lapangan alun-alun, dan masih banyak kenangan lain
yang telah terukir di kota nanas ini. Inilah cerita daerahku, kalau kamu?
No comments:
Post a Comment